Pada perdagangan hari Kamis pagi mata uang rupiah terpantau mengalami pergerakan yang cenderung melemah terhadap dollar AS (2/7). Rupiah mengalami penurunan sejak pembukaan perdagangan pagi tadi.
Hari ini indeks dollar kembali mengalami peningkatan yang signifikan sehingga mengakibatkan rupiah mengalami tekanan. Indeks mata uang negeri Paman Sam tersebut terangkat naik mencapai posisi tertinggi dalam empat sesi belakangan.
Dollar meningkat seiring dengan anjloknya nilai tukar euro. Yunani yang telah menyatakan kebangkrutan tidak dapat membayar cicilan utang senilai 1,6 miliar euro kepada IMF yang jatuh tempo hari Selasa lalu. Kekhawatiran mengakibatkan para investor membuang aset berisiko termasuk rupiah.
Hari ini rupiah sempat dibuka pada posisi 13.340 per dollar. Rupiah melemah sebesar 15 poin dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin.
Saat ini nilai tukar rupiah masih bertahan di teritori negatif. Rupiah berada di level 13.337 per dollar, melemah tipis sebesar 12 poin atau setara dengan 0,09 persen.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini berpotensi untuk bertahan di teritori negatif. Tekanan jual yang dihadapi sangat kuat seiring dengan momentum kenaikan yang kembali dialami oleh dollar AS.
Mata uang rupiah hari ini berpotensi mengetes level support pada posisi 13.380 dan 13.450 per dollar AS pada perdagangan hari ini. Sedangkan level resistance harian yang akan dites ada pada 13.300 dan 13.250 per dollar.