Rabu, 01 Juli 2015

Kinerja Manufaktur Inggris Masih Lanjutkan Ekspansi Meski Pada Fase Terlemah

Sektor manufaktur Inggris pada periode Juni 2015 lalu kabarnya masih melanjutkan fase ekspansinya yang secara bulanan telah memasuki bulan ke-27 berturut-turut. Meski masih melanjutkan fase ekspansi nampaknya angka pertumbuhan skornya sedikit mereda di bulan tersebut bahkan menyentuh level terendahnya dalam kurun 26 bulan terakhir. Merosotnya skor kinerja manufaktur Inggris ini disinyalir terjadi karena pertumbuhan produksi industri dan jumlah pesanan baru yang datang sedikit menurun.
Berdasarkan adat yang dirilis Rabu (1/7) PMI manufaktur Inggris periode Juni 2015 turun ke skor 51,4 dari sebesar 51,9 yang tercatat di bulan Mei. Skor PMI bulan Juni ini selain merupakan yang terlemah dalam kurun 26 bulan terakhir, ternyata juga dibawah ekspektasi ekonom yang sebelumnya memprediksi skor sebesar 52,5. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
United Kingdom Manufacturing PMI
Dakam survei tersebut juga tertulis bahwa rata-rata pertumbuhan manufaktur Inggris di sepanjang kuartal kedua tahun ini adalah yang terlemah sejak kuartal pertama tahun 2013 silam. Tren pertumbuhan output industri dan jumlah pesanan baru di Inggris sepanjang kuartal kedua tahun ini adalah yang terlemah. Sementara itu menguatnya sterling juga diprediksi masih akan menghambat laju perdagangan ekspor ke depan, mengingat ketidakpastian krisis utang Yunani. 
Sementara itu, isu yang belakangan berkembang mengenai Inggris ialah potensi terjadinya British Exit atau Brexit. Seperti diketahu, 2 (dua) bank ternama di dunia yang berbasi di Inggris yaitu HSBC Holdings Plc. dan JPMorgan Chase & Co. misalnya, saat ini tengah berada dalam tahap pembicaraan untuk merelokasi sebagian unit bisnis di Inggris ke Luxemburg, seiring perusahaan mempertimbangkan potensi keluarnya Inggris dari Uni Eropa (EU). Aturan ketat yang diberlakukan Uni Eropa untuk kegiatan bisnis di luar kawasan euro cukup menjadi bahan pertimbangan bagi beberapa bank besar untuk melakukan relokasi. Dengan demikian jika Brexit terjadi maka bencana baru bagi ekonomi Inggris akan muncul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar