Jumat, 01 November 2013

Dana Pihak Ketiga Bank ICB Bumiputera Bertumbuh Sahampun Rally Tipis

Hingga kuartal III tahun 2013, PT Bank ICB Bumiputera Tbk (BABP) melaporkan mencatatkan laba bersih mencapai Rp 3,42 miliar. Perolehan  laba bersih ini menurun 8,4 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya senilai Rp 3,74 miliar.
baca selanjutnya

Menurut perseroan, penurunan ini sejalan dengan penghasilan bunga bersih yang turun menjadi Rp 220,40 miliar di kuartal III 2013 dari Rp 237,37 miliar di kuartal III 2012.

Untuk penghasilan operasional tercatat turun dari Rp 323,05 miliar di kuartal III tahun lalu menjadi Rp 297,34 miliar di kuartal III tahun ini. Sementara itu, penyaluran kredit di kuartal III tahun ini tercatat meningkat 15,55 persen menjadi Rp 5,49 triliun dibandingkan di periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,75 triliun.

Untuk loan to deposit ratio tercatat sebesar 85,59 persen, fee income ratio sebesar 25,88 persen, rasio kecukupan modal (CAR) 12,52 persen dan non-performing loan (NPL) net di level 3,94 persen.

Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 18,6 persen menjadi Rp 6,37 triliun dibanding pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,37 triliun.

Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan siang ini (30/10), BABP  berada di posisi Rp.141 dimana belum terjadi pergerakan harga  dari perdagangan hari sebelumnya. Namun secara mingguan saham ini sudah naik 31 poin dari perdagangan awal pekan lalu.

Analis  mengemukakan bahwa update teknikal terhadap kinerja saham ditinjau pada major pattern, saham ini menunjukkan rebound secara teknikal dan pergerakan yang ada memasuki pola rally tipis . Indikator-indikator teknikal menunjukkan momentum yang merangkak naik ke level yang lebih moderat dan beberapa indikator kekuatan tren menunjukkan pertengahan pola bullish.

Kisaran Rp. 112 merupakan support yang   kuat  dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu  perdagangan mendatang . Sedangkan kisaran Rp.143 merupakan resistance yang  kuat dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu perdagangan mendatang.

(ra/JA/vbn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar