Jumat, 01 November 2013

NPL Bank CIMB Niaga Kuartal III Membaik Namun Saham Belum Bisa Bangkit

Hingga kuartal III tahun 2013, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 3,21 triliun atau Rp 127,80 per saham. Raihan tersebut meningkat tipis hingga 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012 yang mencapai Rp 3,10 triliun Rp 123,42 per saham. Meningkatnya laba bersih ini banyak ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 5 persen menjadi Rp7,51 triliun. Pendapatan non-bunga juga meningkat 5 persen menjadi Rp 2,55 triliun.
baca selanjutnya

Menurut perseroan, di tengah kondisi pasar yang tidak stabil, tekanan likuiditas, serta terus meningkatnya persaingan dalam memperebutkan dana murah, Bank CIMB Niaga telah melakukan penyeimbangan kembali atas portofolionya untuk memperoleh kualitas aset yang lebih baik.

Bank CIMB Niaga tercatat telah mencatat kenaikan penyaluran kredit sebesar 12 persen menjadi Rp 155,54 triliun. Bila dirinci, kontribusi terbesar berasal dari kredit konsumer denga kontribusi senilai Rp 47,97 triliun dengan persentase 31 persen, lalu kredit korporasi sebesar Rp 42,54 triliun atau 27 persen, kredit komersial sebesar Rp 34,69 triliun atau 22 persen), dan kredit mikro sebesar Rp 30,34 triliun atau 20 persen.

Dari sisi konsumer, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor Personal Loans sebesar 80 persen menjadi Rp 1,53 triliun, dilanjutkan kredit perumahan (KPR) yang naik 13 persen menjadi Rp 22,54 triliun. Sementara kredit automotif tercatat naik 10 persen menjadi Rp 18,70 triliun di kuartal III tahun 2013.

Untuk NPL Bank CIMB Niaga turun menjadi 2,33 persen, dan impaired loans ratio juga turun menjadi 2,80 persen dari kuartal III tahun lalu. Sedangkan total aset Bank CIMB Niaga hingga kuartal III tahun ini naik 14 persen menjadi Rp 218,22 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 190,62 triliun.

Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan siang ini (31/10), BNGA  berada di posisi Rp.1000 dan terjadi penurunan Rp.20 per lembar sahamnya  dari perdagangan hari sebelumnya. Namun secara mingguan saham ini sudah anjlok 30 poin dari perdagangan  pekan lalu. Hari ini saham dibuka di posisi Rp.1020 dimana harga tertinggi di Rp1020 dengan harga terendah di Rp.990.

Analis  mengemukakan bahwa update teknikal terhadap kinerja saham ditinjau pada major pattern, saham ini menunjukkan trend yang konsolidasi dimana saham tampak masih  masih mencari support yang kuat untuk pijakan rebound. Dan jika dilihat dari indikator -indikator teknikal saham menunjukkan momentum yang bergerak turun ke posisi yang lebih rendah  dan  beberapa indikator kekuatan tren menunjukkan pertengahan pola bearish.

Kisaran Rp.1010 merupakan support yang   kuat  dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu  perdagangan mendatang . Sedangkan kisaran Rp.1060 merupakan resistance yang  kuat dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu perdagangan mendatang.

(ra/JA/vbn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar