Bank OCBC Nisp (NISP) memprediksi hanya mendapat pertumbuhan kredit di bawah 20 persen pada tahun 2014 nanti. Prediksi ini diambil dengan mempertimbangkan gejolak ekonomi global yang kemungkinan masih berlangsung hingga tahun depan.
baca selanjutnya
Untuk informasi, hingga kuartal III tahun 2013, pertumbuhan kredit Bank OCBC NISP tercatat sebesar 21 persen. Karena itulah, dengan pertimbangan kondisi ekonomi, perseroan memprediksi pertumbuhan kredit di tahun depan akan lebih kecil dari angka tersebut.
Meskipun begitu, perseroan optimis kondisi makro ekonomi di Indonesia akan jauh lebih baik pada tahun 2014 dibandingkan tahun ini.
Namun perseroan akan tetap mewaspadai gejolak yang terjadi di dunia internasional untuk menjaga pertumbuhan kredit.
Di akhir tahun 2013 ini, Bank OCBC NISP masih akan tetap fokus menyalurkan kredit di sektor usaha kecil dan menengah (UKM).
Sebab pada kuartal ketiga 2013, kontribusi penyaluran kredit untuk sektor UKM mencapai 46 persen dari total kredit.
Sektor lain yang memberikan kontribusi cukup besar yaitu pada kredit korporasi sebesar 22 persen dan kredit konsumer mencapai 21 persen.
Selain itu, hingga kuartal III tahun 2013, penyaluran kredit Bank OCBC NISP meningkat 21 persen menjadi Rp 61,19 triliun dari Rp 50,52 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Untuk dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 17 persen dari Rp 53,62 triliun pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp 62,87 triliun pada kuartal III tahun ini.
Sementara itu, total aset perseroan tercatat naik 24 persen dari Rp 71,43 triliun pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp 88,55 triliun pada kuartal III tahun ini.
Sedangkan untuk rasio keuangan, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 14,9 persen, marjin bunga bersih (NIM) sebesar 4,2 persen, rasio kredit terhadap DPK (LDR) sebesar 97 persen.
Untuk rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 0,7 persen, return on assets (ROA) sebesar 1,8 persen dan return on equity (ROE) 12,5 sebesar persen.
Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan kemarin (29/10), NISP masih belum bergerak di posisi Rp.1200 dan belum berubah harganya dibading dengan hari sebelumnya. Sepanjang perdagangan kemarin tidak terjadi transaksi perdagangan. Sampai saat ini saham masih belum mampu memikat investor untuk memperdagangkannya.
(ra/JA/vbn)
baca selanjutnya
Untuk informasi, hingga kuartal III tahun 2013, pertumbuhan kredit Bank OCBC NISP tercatat sebesar 21 persen. Karena itulah, dengan pertimbangan kondisi ekonomi, perseroan memprediksi pertumbuhan kredit di tahun depan akan lebih kecil dari angka tersebut.
Meskipun begitu, perseroan optimis kondisi makro ekonomi di Indonesia akan jauh lebih baik pada tahun 2014 dibandingkan tahun ini.
Namun perseroan akan tetap mewaspadai gejolak yang terjadi di dunia internasional untuk menjaga pertumbuhan kredit.
Di akhir tahun 2013 ini, Bank OCBC NISP masih akan tetap fokus menyalurkan kredit di sektor usaha kecil dan menengah (UKM).
Sebab pada kuartal ketiga 2013, kontribusi penyaluran kredit untuk sektor UKM mencapai 46 persen dari total kredit.
Sektor lain yang memberikan kontribusi cukup besar yaitu pada kredit korporasi sebesar 22 persen dan kredit konsumer mencapai 21 persen.
Selain itu, hingga kuartal III tahun 2013, penyaluran kredit Bank OCBC NISP meningkat 21 persen menjadi Rp 61,19 triliun dari Rp 50,52 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Untuk dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 17 persen dari Rp 53,62 triliun pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp 62,87 triliun pada kuartal III tahun ini.
Sementara itu, total aset perseroan tercatat naik 24 persen dari Rp 71,43 triliun pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp 88,55 triliun pada kuartal III tahun ini.
Sedangkan untuk rasio keuangan, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 14,9 persen, marjin bunga bersih (NIM) sebesar 4,2 persen, rasio kredit terhadap DPK (LDR) sebesar 97 persen.
Untuk rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 0,7 persen, return on assets (ROA) sebesar 1,8 persen dan return on equity (ROE) 12,5 sebesar persen.
Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan kemarin (29/10), NISP masih belum bergerak di posisi Rp.1200 dan belum berubah harganya dibading dengan hari sebelumnya. Sepanjang perdagangan kemarin tidak terjadi transaksi perdagangan. Sampai saat ini saham masih belum mampu memikat investor untuk memperdagangkannya.
(ra/JA/vbn)
Sumber : www.vibiznews.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar